Landasan Daya · PROXSIS Catalyst
AI yang dipakai untuk inovasi perlu dikelola dengan disiplin yang sama dengan inovasinya.
Karyawan Anda kemungkinan besar sudah memakai AI untuk menulis gagasan, merapikan makalah, dan menghitung manfaat. Pertanyaannya bukan lagi boleh atau tidak, tetapi siapa yang bertanggung jawab ketika angkanya salah, data apa yang boleh masuk, dan bagaimana membuktikan bahwa karya itu tetap milik manusianya.
PROXSIS Catalyst menempatkan tata kelola AI sebagai salah satu landasan Kerangka Catalyst, bukan tempelan. Aturannya sederhana dan dapat diperiksa: AI menyusun, manusia memutuskan.
Cermin Inovasi juga mengukur kesiapan AI untuk inovasi di lima dimensi. Gratis, 7–9 menit.
Arah nasionalnya sudah jelas. Aturan kerjanya yang belum ada.
Organisasi tidak perlu menunggu peraturan baru untuk mulai. Rujukan yang berlaku hari ini sudah cukup untuk menyusun aturan kerja yang dapat diperiksa.
- Pemerintah telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 9 Tahun 2023 tentang Etika Kecerdasan Artifisial, yang memuat nilai transparansi, kredibilitas dan akuntabilitas, pelindungan data pribadi, dan pelindungan kekayaan intelektual. Kebijakan Penggunaan AI untuk Inovasi menurunkan nilai-nilai itu menjadi aturan kerja yang dapat diperiksa.[1]
- Surat edaran yang sama menegaskan bahwa AI tidak boleh menjadi penentu kebijakan kemanusiaan. Prinsip "AI menyusun, manusia memutuskan" adalah bentuk operasional arah itu di dalam proses inovasi.[2]
- Data pribadi karyawan, pelanggan, atau mitra yang dimasukkan ke dalam perintah AI tetap tunduk pada Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi. Karena itu data dikelaskan, dan data rahasia tidak dikirim ke layanan AI eksternal tanpa persetujuan yang tercatat.[3]
- Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 menegaskan pemeriksaan keuangan BUMN oleh BPK. Angka manfaat inovasi yang disusun dengan bantuan AI karena itu perlu jejak yang dapat ditelusuri sampai ke manusia yang menandatanganinya.[4]
- Pemerintah mendorong BUMN menjadi pelopor penerapan AI yang bertanggung jawab dan menempatkan AI sebagai alat pemberdayaan, bukan pengganti peran manusia dalam pengambilan keputusan.[5]
- Danantara menempatkan inovasi dan penerapan kecerdasan buatan sebagai fokus tahun ketiga peta jalan transformasi BUMN lima tahun.[6]
- Di sektor jasa keuangan, OJK telah menerbitkan panduan Tata Kelola Kecerdasan Artifisial Perbankan Indonesia (April 2025) dan, bersama asosiasi fintech, Panduan Kode Etik Kecerdasan Buatan yang Bertanggung Jawab dan Terpercaya di Industri Teknologi Finansial (2023). Kebijakan yang kami susun dapat diselaraskan dengan keduanya.[7]
Arahkan kursor ke tanda kurung siku untuk melihat sumber tiap butir.

AI menyusun, manusia memutuskan.
Kami tidak menjual AI sebagai jalan pintas. Di PROXSIS Catalyst, AI bekerja keras di pekerjaan yang memang cocok untuknya: menyusun draf, menjodohkan gagasan dari bawah dengan tantangan dari atas, mendeteksi duplikasi, merapikan bahasa, dan mengingat pelajaran dari inisiatif yang dihentikan. Yang tidak pernah diserahkan kepada AI: keputusan gerbang, verifikasi manfaat, penetapan arah, penilaian akhir kompetisi, dan tanda tangan.
Slogan yang dipakai inovator: AI menyampaikan, inovator yang membuktikan.
Enam prinsip yang menjadi isi kebijakan
Prinsip 1
Akuntabilitas manusia
Setiap keluaran AI punya manusia yang menandatanganinya. Keputusan gerbang, verifikasi manfaat, penetapan arah, dan penilaian akhir kompetisi tidak pernah dibuat AI.
Prinsip 2
Anti-fabrikasi
AI tidak mengarang data keras: baseline, angka manfaat, tanggal, biaya, sumber, dan kutipan. Data keras hanya diisi manusia; AI boleh menghitung dari data itu dan wajib menampilkan rumusnya.
Prinsip 3
Jejak yang melekat
Setiap bidang dokumen menyimpan apakah ia disusun AI dan apakah manusia menyuntingnya. Laporan penggunaan AI per dokumen dapat diekspor kapan saja.
Prinsip 4
Proporsional terhadap risiko
Pemakaian AI dipilah ke tiga tingkat pagar: yang berisiko tinggi dilarang, yang sedang diberi jejak, yang rendah dibebaskan.
Prinsip 5
Data dan kerahasiaan
Data dikelaskan menjadi publik, internal, rahasia, dan terbatas. Data rahasia dan terbatas tidak dikirim ke model eksternal tanpa persetujuan tercatat dari Pengelola AI. Data pribadi hanya boleh dikirim bila ada dasar pemrosesan yang sah dan ketentuan transfer lintas negara menurut UU 27/2022 terpenuhi; persetujuan pengguna per operasi tidak menggantikan keduanya.
Prinsip 6
Kompetensi
Tidak ada peran yang memakai AI untuk pekerjaan inovasi tanpa literasi minimum yang tercatat.
Tidak semua pemakaian AI sama risikonya
Pagar tiga tingkat membuat aturan mudah diingat oleh inovator dan mudah diperiksa oleh pengelola.
| Tingkat | AI boleh | Syaratnya | Contoh |
|---|---|---|---|
| 1 · Bebas | Merapikan bahasa, meringkas, menerjemahkan, mencari referensi, menyusun ulang struktur, membuat visual dari data yang diberikan manusia | Tidak perlu penandaan khusus; tetap tercatat di log | Merapikan narasi peluang, meringkas risalah forum, membuat slide dari kanvas nilai |
| 2 · Dengan Jejak | Menyusun draf: peluang berkonteks, saran asumsi kritis, rancangan eksperimen, draf Papan Arah dari dokumen strategi, kandidat replikasi, ringkasan kontribusi inovator | Manusia wajib menyunting; bidang menyimpan tanda disusun AI dan disunting manusia; Pernyataan Jejak Kontribusi menyertai submisi kompetisi | Generator peluang, pencocokan tantangan dengan talenta, draf rencana replikasi |
| 3 · Dilarang | Mengarang data keras; membuat atau mengusulkan keputusan gerbang final; menilai kompetisi secara final; menandatangani dokumen; menghasilkan klaim manfaat; menghasilkan ide, analisis, data, perhitungan, atau kesimpulan inti secara mentah untuk submisi ajang | Dicegah secara teknis di platform: bidang data keras terkunci untuk AI, layar gerbang tidak punya tombol "putuskan dengan AI" | Bidang baseline dan angka aktual, tombol LANJUT / ULANG / HENTIKAN, skor akhir juri |
Setiap skor yang disusun AI terhadap rubrik penilaian diberi label tetap "Cek Kesiapan Dokumen, bukan validasi konsep". Skor itu membantu inovator merapikan dokumennya; ia tidak memberi tahu apakah gagasannya benar menurut kenyataan.
Dua lapis yang bekerja bersama
Lapis organisasi
Untuk Direksi, Kepatuhan, Teknologi, dan SDM. Bentuknya kebijakan, inventaris pemakaian AI, register risiko, program literasi, peran yang jelas, dan laporan tahunan. Disusun bersama tim Anda lewat paket AI SIAP dan AI TERKELOLA, atau sebagai bagian dari paket BANGUN dan BUKTI.
Lapis produk
Untuk setiap pengguna platform. Pagar teknis tertanam di Voltaic Catalyst dan Voltaic Studio: jejak kontribusi per bidang, bidang data keras yang terkunci untuk AI, klasifikasi data, log setiap operasi AI, kuota, dan satu tombol ekspor Pernyataan Jejak Kontribusi. Kepatuhan terjadi di dalam pekerjaan sehari-hari, tanpa formulir tambahan.

Yang Anda miliki di akhir pekerjaan
- Kebijakan Penggunaan AI untuk Inovasi, empat sampai enam halaman: tujuan, ruang lingkup, enam prinsip, pagar tiga tingkat, klasifikasi data, alat yang disetujui, kewajiban jejak, sanksi, peran, dan peninjauan tahunan. Disahkan Direksi.
- Inventaris Kasus Penggunaan AI: daftar pemakaian AI di platform dan di luar platform, tingkat pagarnya, pemiliknya, data yang disentuh, dan model yang dipakai.
- Register Risiko AI: fabrikasi angka, kebocoran data, bias seleksi, ketergantungan, pelanggaran kekayaan intelektual, risiko ditolak di ajang inovasi, dan risiko reputasi; setiap risiko punya kemungkinan, dampak, kontrol, dan pemilik.
- Penilaian Dampak Ringan, satu halaman per kasus penggunaan: siapa terdampak, apa yang bisa salah, bagaimana manusia mengoreksi, dan apakah perlu persetujuan.
- Program Literasi AI tiga tingkat, tercatat per peran.
- Laporan Penggunaan AI tahunan, dibahas bersama Laporan Nilai Inovasi.
- Pernyataan Jejak Kontribusi per submisi, lampiran untuk setiap karya yang dikirim ke ajang internal atau ajang di luar organisasi.
Tiga peran, tanpa komite baru
Pemilik Kebijakan AI
Satu direktur.
Pengelola AI
Admin platform, dapat dirangkap Forum Kelola Inovasi.
Pengguna
Setiap pengguna platform.
Mulai dari yang paling Anda butuhkan
AI SIAP
Asesmen kesiapan AI (bagian dari Cermin Inovasi) · lokakarya Kebijakan Penggunaan AI · inventaris alat dan kasus penggunaan AI · register risiko AI awal · pelatihan literasi AI dua hari.
Hasil: Kebijakan siap disahkan Direksi, daftar alat dan kasus penggunaan, risiko utama dengan pemiliknya, dan karyawan kunci yang tahu batas AI.
Durasi
6–8 minggu
Investasi
Investasi disusun setelah Lokakarya Cermin.
Pintu keluar: AI TERKELOLA.
AI TERKELOLA
Seluruh isi AI SIAP · penilaian dampak ringan per kasus penggunaan · pagar teknis di platform (klasifikasi data, jejak kontribusi manusia, laporan penggunaan) · tinjauan berkala · penyelarasan ke standar internasional tata kelola AI bagi organisasi yang menginginkan pemeriksaan pihak independen.
Hasil: Pemakaian AI yang aman, tercatat, dan dapat ditunjukkan kepada pemeriksa: siapa bertanggung jawab atas setiap angka.
Durasi
6 bulan
Investasi
Investasi disusun setelah Lokakarya Cermin.
Kedua paket dapat dijalankan terpisah dari program inovasi, atau digabung dengan paket tata kelola inovasi. Rincian semua paket ada di halaman Paket.
Lihat semua paket →Orang yang tahu batas AI adalah pagar yang paling murah
| Untuk siapa | Bentuk | Durasi |
|---|---|---|
| Semua karyawan | Pengenalan batas AI: angka karangan, kerahasiaan data, dan cara memeriksa kutipan | Setengah hari, daring |
| Penggerak, pengelola, dan inovator inti | Pelatihan AI untuk Inovasi dan Tata Kelolanya: peluang berkonteks, asumsi kritis, anti-fabrikasi, kebijakan AI | 2 hari |
| Direksi | Angka AI mana yang dapat dipercaya, dan apa yang harus ditanyakan | 90 menit |
Karyawan yang memerlukan keterampilan praktis dapat mengikuti pelatihan Produktivitas dengan AI (2 hari) yang sudah berjalan di PROXSIS.
Satu pekerjaan, empat manfaat
Direktur Transformasi atau Teknologi
Karyawan Anda sudah memakai AI untuk inovasi. Kami membuatnya aman, tercatat, dan dapat dipertanggungjawabkan, tanpa memperlambat mereka.
Kepatuhan
Satu kebijakan, satu inventaris, satu register risiko, satu laporan tahunan. Inventaris dan laporan penggunaan terisi otomatis dari platform; kebijakan dan register risiko disusun bersama dan ditinjau berkala.
SDM
Literasi tiga tingkat yang tercatat, dan bukti bahwa kontribusi pegawai adalah miliknya, bukan milik mesin.
Pengelola inovasi
Setiap karya membawa Pernyataan Jejak Kontribusi yang dapat ditunjukkan kepada panitia bila penggunaan AI dipertanyakan.

Diskusikan kebutuhan tata kelola AI Anda
Cermin Inovasi mengukur kesiapan AI untuk inovasi di lima dimensi: arah dan kepemimpinan, kebijakan dan akuntabilitas, data dan alat, kompetensi dan literasi, dan praktik AI dalam inovasi. Hasilnya langsung terlihat, lengkap dengan tiga langkah 30 hari.
Mulai dari cermin
Isi Cermin Inovasi untuk melihat tingkat kesiapan AI organisasi Anda, gratis dalam tujuh sampai sembilan menit.